Gejala tersebut dapat diprediksi. Acapkali terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya. Sebagian kecil dari kalangan wanita antara usia 20 sampai 35 tahun dapat mengalami sindrom pra-menstruasi dengan sangat hebat pengaruhnya.
Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan. Gejala tersebut terjadi sekitar dua minggu sebelum haid dan seringkali dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif.
PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid.
Sindrom ini akan hilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa setelah selesai haid.
Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dengan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan. Kemungkinan lain itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial yang dialami penderita.
Sindrom ini lebih mudah terjadi pada wanita yang mengalami kepekaan terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid. Tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terhadap terjadinya pre-menstruation syndrome :
- Wanita yang pernah melahirkan (pms semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima).
- Status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum).
- PMS semakin sering dan mangganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 sd 45 tahun.
- Stres, faktor stres memperberat gangguan premenstruation syndrome)
- Kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), , vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga dapat memperberat premenstruation syndrome.
- Diet, yakni kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, teh, kopi, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, semua itu memperberat premenstruasi sindrom.
- Kegiatan fisik : kurang olahraga dan aktivitas fisik berlebihan memperberat PMS.
No comments:
Post a Comment