Berikut ini adalah berbagai type atau jenis penyakit menjelang haid atau menstruasi agar dapat menjadi petunjuk bagi wanita mengenali dan mengatasinya.Setiap type memiliki gejalanya sendiri.
- Pre Menstraution Syndrome type A (anxiety), ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, hormon estrogen terlalu tinggi dibanding progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magenesium. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.
- Pre Menstruation Syndrome type H (hyper hydration), jenis ini memiliki gejala edema (pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, dan peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala type ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan type PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurani retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.
- PMS Type C (craving), ditandai dengan rasa lapar/ingin mengkomsumsi makanan yang manis-manis (coklat) dan karbohidrat sederhana (gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejela hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan.Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin pengeluaran hormon insulin pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial, (omega 6) atau kurangnya magnesium.
- Pre Menstruation Type D (depression), ditandai dengan gejala depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri. Biasanya PMS type D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari seluruh tipe PMS benar-benar murnitipe D.
- PMS type D murni, disebabkan ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. Kombinasi PMS tipe Ddan tipe A dapat disebabkan oleh beberapa faktor yakni stress, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal dalam tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan PMS type D, yang dapat bersamaan terjadinya dengan type A.
No comments:
Post a Comment