Pencegahan tersier biasanya berupa upaya untuk rehabilitasi dan paliatif pada penderita kanker yang umumnya sudah stadium lanjut dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi penyakit yang lebih berat. Tindakannya dapat berupa psikologis, fisik dan spiritual.
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan gejala penyakit yang dikeluhkan akibat adanya kanker stadium lanjut, seperti rasa sakit yang hebat, tidak bisa buang air besar pada kanker rektum lanjut, tidak bisa buang air kecil, tulang keropos dan terancam patah tulang, perdarahan yang sulit dihentikan dan kanker yang sudah besar dan pecah, borok yang sangat bau dari kanker.
Untuk menghilangkan rasa sakit dapat digunakan obat-obatan tertentu secara bertahap sesuai yang dianjurkan oleh WHO.
Pada kanker usus dan rektum di mana penderita sudah tidak dapat buang air besar sementara kanker sudah tidak mungkin dioperasi, maka dapat dilakukan tindakan kolostomi yaitu membuat dubur buatan pada dinding perut.
Pada kanker kandung kemih stadium lanjut dan sudah tidak dapat dioperasi dan penderita tidak dapat buang air kecil, dapat dilakukan tindakan sistostomi yaitu membuat saluran kencing buatan.
Pada tulang keropos karena kanker sudah menyebar pada tulang seperti pada kanker payudara stadium lanjut, dapat diberikan pengobatan hormon dan obat penguat dan perangsang tumbuh tulang.
Pada kanker payudara, kanker kulit atau kanker lainnya dengan perdarahan atau borok yang berbau, dapat dilakukan pengobatan radioterapi atau operasi paliatif bila keadaan umum penderita masih memungkinkan.
No comments:
Post a Comment