Monday, 22 April 2013

Tindakan Pencegahan Kanker Primer

Pada tindakan pencegahan primer ini, ada beberapa kegiatan atau cara yang dapat dilakukan antara lain adalah Gaya Hidup (lifestyle) yang memperbesar risiko kanker :

  1. Hindari kebiasaan merokok, merokok dapat memperbesar kemungkinan terkena kanker paru, kanker mulut, kanker nasofaring, kanker larynx , dan kenker esofagus (kerongkongan).
  2. Hindari kebiasaan mengunyah sirih (menginang) tembakau, gambir, kapur dan pinang, akan mempertinggi risiko kanker mulut (bibir, lidah, gusi dan orofaring) dsb. Di India insidensinya paling tinggi di dunia yaitu sekitar 23%.
  3. Hindari kebiasaan berjemur di bawah sinar matahari., bagi orang yang rentan, dapat memperbesar kemungkinan kanker kulit.
  4. Hindari makan dan minum berlebihan yang memperbesar risiko terkena kanker.
  5. Hindari hygiene atau kesehatan yang buruk, seperti hygiene kulit, mulut, dan organ sexual.
Di dalam makanan secara alamiah selalu ada karsinogen, bisa secara intrinsik, kontaminasi dan bisa pula sebagai hasil sampingan proses pengolahan makanan dan pengawetan.

Nitrosamin terbentuk di dalam saluran cerna dari gugus Nitrat dan Nitrit yang sering dipakai sebagai bahan aditif atau pengawet pada makanan. Di dalam saluran cerna dimetabolisme oleh bakteri komensal dan berikatan dengan amine atau amida. Nitrosamin yang terbentuk bertindak sebagai karsinogen dapat menimbulkan kanker pada saluran cerna atau pada hati.

Pada binatang percobaan sudah dibuktikan hubungan antara defisiensi atau kekurangan faktor gizi dengan risiko terkena kanker kandung kemih, esofagus, larynx. Kekurangan vitamin A dan beta karoten, berisiko terkena kanker kandung kemih, ensofagus, larynx. Kekurangan vitamin C juga berisiko terkena kanker larynx, esofagus dan lambung. Kekurangan riboflavin berisiko terkena kanker saluran cerna atas. Kekurangan yodium berisiko terkena kanker tiroid. Kekurangan serat makanan berisiko terkena kanker kolon atau usus besar.

Kelebihan energi berupa karbohidrat dapat menyebabkan kegemukan. Jenis kanker yang sering menyertai kegemukan adalah kanker payudara, kanker usus, kanker prostat, dan kanker rahim (endometrium).

Makanan dengan kadar garam tinggi (diasinkan) atau salted cured dan cuka (salt pickled) dan makanan diasapkan (smoked food) berkaitan dengan tingginya kanker lambung, esofagus, dan nasofaring.

Rekomendasi pedoman gizi pencegahan kanker adalah :
  1. Kurangi konsumsi lemak, kurang dari 30 persen kalori total
  2. Serat diperbanyak hingga 35 gram per hari.
  3. Menyertakan dalam makanan sehari yaitu sayur hijau dan buah
  4. Hindari kegemukan
  5. Hindari / batasi minum alkohol
  6. Batasi makanan dalam kadar garam tinggi, cuka dan diasapkan
  7. Lindungi diri dan hindari kontak dengan karsinogen
Bagi orang yang bekerja di tempat2 atau daerah  yang kadar polusinya tinggi lindungi diri dengan masker, baju pelindung khusus dsb. Tempat kerja yang rentan dan berisiko antara lain : 
  1. Pertambangan : minyak bumi, batubara, asbes, nikel, uranium, dsb
  2. Pabrik-pabrik : cat, textil, insektisida, farmasi dll
  3. Laboratorium : radiologi, kimia, nuklir, farmasi dll
  4. Lapangan terbuka : nelayan, petani dll
Higiene yang buruk seperti higiene sexual yang buruk akan memperbesar risiko terkena kanker leher rahim, vagina, anus. Biasakan melakukan hubungan sex yang aman (safe sex).

Obatilah tumor jinak dan lesi-lesi pra kanker. Mengobati tumor jinak merupakan prevensi primer untuk kanker. Penanganan timor jinak lebih murah dan lebih mudah daripada menangani kanker sekalipun sadium dini lesi para kanker, kanker insitu. 

No comments:

Post a Comment