Nyamuk yang menjadi penyebab adalah Aedes albopictus yang hidup di semak dan hutan. Satu lagi adalah aegipty yang hidup dalam ruangan. Mereka berkembang biak jika ada genangan air, oleh sebab itu jangan biarkan air tergenang di lingkungan kita.
Setelah menyuntikkan virus ke tubuh korbannya, dibutuhkan 2 5 hari bagi sang virus untuk berinkubasi. Serangan diawali tiga hari pertama dengan timbulnya rasa panas dingin, seperti gejala demam disertai rasa gatal. Korban tampak sering menggigil, nyeri kepala, mual, muntah dan sakit perut. Kemudian, secara mengejutkan, timbul bintik merah di sekujur tubuh, terutama di bagian badan dan lengan. Saat itulah orang sering mengira terkena demam berdarah. Namun, pada chikungunya sama sekali tak ada pendarahan, juga tak ada shock.
Sehari kemudian, si korban seolah lumpuh, disusul terjadinya pembengkakan di persendian, diikuti nyeri hebat di lutut, pergelangan kaki, serta persendian tangan dan kaki. Sedemikian hebat nyeri itu, sehingga penderita sampai terbungkuk-bungkuk menahan sakit. Dari situlah lahir istilah chikungunya, yang dalam bahasa Shawili, Afrika, artinya membungkuk.
Selama kira-kira enam hari hingga sepuluh hari sisksaan itu berlangsung. Kaki korban sulit digerakkan, serasa tak bertenaga. Pada wanita, keadaan lebih runyam, jongkok untuk buang air kecil saja luar biasa susah. Tak sedikit yang seluruh tubuhnya terasa sakit, tak bisa digerakkan, seakan lumpuh.
No comments:
Post a Comment