Monday, 4 November 2013

Mengobati Kanker dengan Bisa Ular

Dari sekian banyak bagian tubuh ular yang dapat dijadikan obat, bisa atau racun ular dinilai paling mujarab sebagai obat. Aneh memang, racun yang mematikan itu ternyata dapat menjadi obat.

Bila diuraikan menurut zat-zat yang terkandung bisa ular (racun), terdapat zat yang berguna sebagai obar. zat itu antara lain proteolytic enzyme, phospodeotrease, nucleotidase 5, L-amino acid oxidase, nuotide pyrophophatase, ribonuclease, fungarotoxin, NAD nucleosidase, deoxyribonuclease, hyaluronidase, phospolipase A, kininogenase, cholinesterase, dan anticholinesterase.

Karena itu tak salah bila pada era Tiongkok Kuno ada istilah Yi Du - Gong-Du (melawan racun dengan racun). Istilah ini sudah dibuktikan kebenarannya. Karena, selain racun ular, racun dari beberapa hewan pun punya keampuhan untuk mengobati berbagai penyakit. Misalnya lebah.

Dari daratan Cina, manfaat racun ular terus berkembang ke berbagai negara. Temuan tradisional itu pun terus diformulasikan dan dipadukan dengan kehebatan teknologi modern hingga menghasilkan serum ajaib yang mampu menghambat perkembangan sel kanker. Bahkan menumpas serangan ganas kanker.

Pengembangan itu diawali ketika ditemukan antivenomous oleh Celemette pada 1896, yakni semacam serum penawar racun ular. Serum itu disuntikkan pada korban gigitan ular berbisa, agar racun yang masuk ke dalam tubuh dapat dinetralisir.

Lalu, pada 1933, Monelelesser menciptakan obat analgesic dari racun ular. Obat ini diciptakan khusus untuk memerangi penyakit kanker. 

Empat puluh lima tahun kemudian , Mr. Keid, seorang ahli kedokteran Malaysia mengadakan riset dan penelitian racun ular. Ia berhasil melakukan separasi ekstrasi raacun ular jenis Angkistrodonhalys. Hasilnya ia beri nama Arvin, zat ini dipergunakan untuk pencegahan fibrin.

Pada 1978, sekelompok ilmuwan melakukan penelitian di laboratorium khusus. Mereka berhasil menemukan obat analgesic dengan ekstrasi dari racun ular kobra. Obat analgesic ini diformulasikan menjadi semacam serum yang disuntikkan. Masih banyak ilmuwan lain yang tertarik mencari inovasi baru dari keampuhan racun ular.

Kesimpulan spektakuler menyatakan, obat hasil formulasi racun ular mampu menghambat pertumbuhan sel kanker hingga 50%. Racun ular setelah mengelilingi sel kanker akan merusak membrane dan struktur reproduksi sel kanker itu.

SVATE 3, sejenis formulasi ramuan obat dari racun ular, lebih dikenal sebagai obat anti trombosyc enzim berkhasiat mencegah dan menghilangkan pembekuan pembuluh darah. SVATE 3 juga dinyatakan dapat menurunkan kadar lemak pada darah, melebarkan pembuluh darah dan memperbaiki mikro sirkulasi.

Bagi penderita rematik athritis, trigeminal neuralgia, sciatika, intercostal neuralgia dianjurkan menggunakan obat analgesic dari racun ular. Pengguna obat itun dijamin tak akan mencapat akibat dari resistensi atau efek sampingan.



No comments:

Post a Comment